PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Pekanbaru memiliki komitmen yang kuat dalam pelestarian bahasa daerah, khususnya Bahasa Melayu, sebagai bahasa ibu masyarakat kita.
Komitmen ini diwujudkan melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan serta satuan pendidikan, dengan melibatkan sekolah sebagai garda terdepan dalam pewarisan bahasa dan budaya kepada generasi muda.
Pemerintah Kota Pekanbaru menyadari bahwa bahasa Melayu Riau harus tetap dilestarikan karena beberapa alasan penting, yakni sebagai identitas dan jati diri daerah; sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi; pondasi pembentukan karakter generasi muda; pencegahan kepunahan bahasa daerah; dukungan pendidikan berbasis kearifan lokal; dan sebagai penguat kebanggaan daerah.
Baca Juga: Cetak Pemimpin Visioner, Kemenkum Riau Ikuti Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan
Hal itu dikatakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangungan Setda Pekanbaru, H Abdul Jamal, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) 2026 yang dilaksanakan di Pekanbaru pada Selasa hingga Rau, 14–15 April 2026 oleh Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR).
"Saya berharap melalui kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengajarkan bahasa Melayu secara menarik, inovatif, dan kontekstual kepada peserta didik. Dengan demikian, revitalisasi bahasa daerah tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan bahasa daerah di Kota Pekanbaru," ujar Agung yang disampaikan Jamal.
Ada 60 guru SD dan SMP mengikuti kegiatan tersebut. Mereka yang ikut adalah para kepala sekolah SD dan SMP, serta guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Budaya Melayu Riau se-Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Wamentan Sudaryono Terima Kunjungan Duta Besar Australia, Jajaki Impor Pupuk Urea dari Indonesia
Kepala BBPR, Dr Umi Kulsum MHum, mengatakan, bimtek ini merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa dan sastra daerah yang tengah digencarkan pihaknya.
Seperti yang disampaikan Wali Kota Pekanbaru, kata Umi, bahasa Melayu Riau yang merupakan dasar dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan, harus terus dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
“Bimtek ini merupakan tahapan ketiga setelah penyusunan modul dan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Para peserta nantinya wajib mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada guru lain di sekolahnya, hingga akhirnya sampai kepada siswa,” ujar Umi.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Bangun Kantor Camat dan Puskesmas Baru Tahun Ini
Dalam kegiatan ini, BBPR menghadirkan tujuh narasumber berkompeten di bidang masing-masing, yakni Hasnah Hafizah, Hary B Koriun, Siska Armiza, Kunni Masrohanti, Aina Maslekha, Amran Syarifudin, dan Gegana Agung Putra.
Beragam materi diberikan kepada peserta, mulai dari menulis dan membaca huruf Arab Melayu, penulisan cerpen berbahasa Melayu, hingga pelatihan mendongeng, berpidato, serta mencipta puisi, dan tembang tradisi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan kekinian dalam pengajaran bahasa daerah.
Umi juga berharap, kegiatan ini akanmenumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya Bahasa Melayu Riau.
Baca Juga: Tegas! WFH Meranti Dimulai Besok dan Tidak Berlaku Pada Pejabat Pemkab
Koordinator kegiatan ini, Irwanto SPd, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung bimtek ini. Termasuk para peserta, narasumber, dan para peserta yang penuh semangat dan aktif mengikuti kegiatan.
"Semoga ilmu yang diberikan oleh para narasumber bisa diserap oleh semua peserta dan bisa ditularkan kepada guru lain dan siswa di sekolah masing-masing," kata Irwanto.
Editor : M. Erizal