BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Wakil Bupati (Wabup) Rokan Hilir (Rohil) Jhony Charles BBA MBA kembali mempertanyakan soal peran yang dilakukan oleh perusahaan daerah Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH)-Perseroda.
"Bagaimana kegiatan di PT SPRH itu perlu kita sama-sama monitor, sejauh mana kinerjanya," kata Jhony Charles di sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 serta Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Acara berlangsung di Gedung Pertemuan H Misran Rais, di Bagan Siapiapi, Senin (24/3/2025).
Jhony Charles menyebutkan Pemkab Rohil tengah berkonsentasi untuk mengoptimalkan peran perusahaan daerah itu agar mampu memberikan sumbangan PAD yang signifikan bagi daerah.
Di mana hal itu diyakini akan memberikan pengaruh baik dengan pembangunan dan tericptanya lapangan kerja.
"Terkait pasar, industri itu perlu diperhatikan, begitu juga bagaimana menarik investasi dan bisa membuka lapangan kerja sehingga tak sepenuhnya tergantung dengan APBD," kata Jhony Charles.
Menurutnya dengan APBD yang ada, tidak bisa sepenuhnya menopang pembangunan di Rohil dengan rentang wilayah yang cukup luas.
Karena itu, tambahnya, selama kepemimpinannya bersama Bupati H Bistamam akan berupaya membangun iklim investasi menjadi lebih baik dan berkembang.
"Untuk itu diperlukan sinergisitas kita semua, butuh kekompakan dan persamaan persepsi membangun Rohil," katanya.
Pekan lalu, puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Perseroda (PT Sarana Pembangunan Rohil-SPRH) gelar aksi unjuk rasa, di Bagansiapiapi. Dalam unjuk rasanya, massa menyampaikan desakan agar ada langkah kongkret terkait dengan berlarutnya permasalahan yang terjadi di tubuh BUMD Rohil tersebut.
Direktur Pengembangan PT SPRH, Zulpakar SE MSi mengatakan pihaknya siap menyampaikan apa perkembangan yang terjadi di PT SPRH asalkan ada pertemuan dengan pemda dalam hal ini pemegang saham adalah Bupati Rohil.
"Kami siap menyampaikan apa saja permasalahan yang terjadi namun sejauh ini pemegang saham belum memanggil kami," katanya.(fad)
Editor : Edwar Yaman